Kupang, Klaten – MI Muhammadiyah Kupang bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kupang kembali menyelenggarakan Pengajian Ahad Legi pada Ahad, 28 Juni 2026 M bertepatan dengan 13 Muharam 1448 H, pukul 06.30–07.30 WIB, bertempat di halaman MI Muhammadiyah Kupang. Kegiatan ini merupakan agenda rutin dakwah dan pembinaan keislaman yang terbuka bagi warga Muhammadiyah, guru, orang tua, serta masyarakat sekitar. (mimkupang.sch.id)
Pengajian kali ini menghadirkan Ustadz Sabariyanto, S.Pd., M.Pd., dosen UIN Raden Mas Said Surakarta sekaligus anggota Korp Mubaligh Muhammadiyah PCM Trucuk, yang menyampaikan tausiah bertema "Siapa Menanam Kebaikan Akan Menuai Kebaikan", selaras dengan pepatah Jawa, "Sapa nandur bakal ngunduh."
Dalam ceramahnya, Ustadz Sabariyanto menjelaskan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan tidak akan pernah sia-sia. Allah SWT akan memberikan balasan terbaik, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk terus menanam benih-benih kebaikan melalui ibadah, akhlak mulia, kepedulian sosial, serta semangat menolong sesama.
"Pepatah Jawa 'Sapa nandur bakal ngunduh' mengajarkan bahwa apa yang kita tanam hari ini akan kita tuai di kemudian hari. Jika yang ditanam adalah kebaikan, kejujuran, dan keikhlasan, maka insyaallah yang dipanen adalah keberkahan dan kebahagiaan," ungkap beliau.
Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum bulan Muharam sebagai awal memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, perubahan besar dalam kehidupan selalu diawali dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang baik dan dilakukan secara istiqamah.
Suasana pengajian berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Jamaah mengikuti kajian dengan antusias hingga akhir acara. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keislaman warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
Melalui Pengajian Ahad Legi, MI Muhammadiyah Kupang bersama PRM Kupang berharap nilai-nilai Islam yang berkemajuan terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Semangat menanam kebaikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan bermanfaat bagi umat, sesuai dengan pesan yang disampaikan dalam pengajian: "Siapa menanam kebaikan, niscaya akan menuai kebaikan." (mimkupang.sch.id)
Melihat dan mengunduh foto dokumen kegiatan di sini


0 Komentar