Karangdowo, Klaten – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangdowo kembali menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi pada Ahad, 19 Juli 2026, pukul 06.30–07.30 WIB, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah H. Mursidi Karangdowo. Pengajian rutin ini dihadiri oleh warga Muhammadiyah, pimpinan organisasi otonom, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Karangdowo.
Pada kesempatan tersebut, pengajian menghadirkan Ustadz Jazuli Fadhil sebagai pemateri dengan mengangkat tema "Mengendalikan Hawa Nafsu sebagai Jalan Menuju Ketakwaan." Tema ini mengajak jamaah untuk memahami pentingnya mengendalikan hawa nafsu sebagai salah satu kunci dalam membentuk pribadi muslim yang beriman, berakhlak mulia, dan istiqamah d yangalam menjalankan ajaran Islam.
Dalam tausiahnya, Ustadz Jazuli Fadhil menjelaskan bahwa hawa nafsu merupakan bagian dari fitrah manusia. Namun, apabila tidak dikendalikan dengan iman dan ilmu, hawa nafsu dapat menjerumuskan seseorang pada perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Allah SWT. Sebaliknya, ketika hawa nafsu mampu dikendalikan, seorang muslim akan lebih mudah menjalankan ketaatan, menjaga akhlak, dan mengambil keputusan yang bijaksana.
Beliau mengingatkan bahwa Al-Qur'an mengajarkan umat Islam untuk menjadikan ketakwaan sebagai pedoman hidup. Mengendalikan hawa nafsu dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, membaca dan mentadabburi Al-Qur'an, berdzikir, menjaga lingkungan pergaulan yang baik, serta senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri.
"Musuh terbesar manusia sering kali bukan berasal dari luar, melainkan dari hawa nafsunya sendiri. Ketika hawa nafsu mampu dikendalikan dengan iman, ilmu, dan amal saleh, maka seseorang akan lebih mudah meraih ketenangan hati dan memperoleh ridha Allah SWT," tutur Ustadz Jazuli Fadhil di hadapan jamaah.
Beliau juga mengajak jamaah untuk menjadikan majelis ilmu sebagai sarana memperkuat keimanan dan memperbaiki diri. Menurutnya, mengikuti pengajian secara rutin akan menambah wawasan keislaman sekaligus menjadi pengingat agar setiap muslim senantiasa menjaga lisan, sikap, dan perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Jamaah mengikuti tausiah dengan antusias hingga akhir acara yang ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak amal saleh, dan tetap istiqamah di jalan-Nya.
Melalui Pengajian Ahad Pagi yang rutin diselenggarakan, PCM Karangdowo berharap kegiatan ini terus menjadi media dakwah yang mencerahkan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas. Dengan bekal ilmu dan pengendalian diri yang baik, diharapkan lahir pribadi-pribadi muslim yang mampu menjadi teladan dalam keluarga, masyarakat, dan kehidupan berbangsa.
Melihat dan mengunduh foto dokumen di sini

0 Komentar