Kupang, Karangdowo — MI Muhammadiyah Kupang kembali melaksanakan upacara bendera pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti oleh para siswa, guru, dan keluarga besar madrasah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ustadzah Rika Fatimah, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan materi tentang pentingnya membiasakan empat kata ajaib, yaitu minta tolong, mohon maaf, terima kasih, dan permisi dalam kehidupan sehari-hari.
Empat Kata Ajaib, Cerminan Akhlak Mulia
Dalam amanatnya, Ustadzah Rika Fatimah mengingatkan bahwa empat kata ajaib tersebut bukan sekadar ungkapan sopan santun, melainkan cerminan kepribadian dan akhlak mulia yang perlu ditanamkan sejak dini.
Pertama, minta tolong. Kata ini mengajarkan siswa untuk meminta bantuan dengan sopan ketika membutuhkan pertolongan orang lain. Sikap tersebut juga menunjukkan bahwa setiap orang saling membutuhkan dan perlu menghargai sesama.
Kedua, mohon maaf. Siswa diajak untuk berani mengakui kesalahan dan meminta maaf apabila melakukan kekeliruan, baik kepada teman, guru, maupun orang tua. Meminta maaf merupakan bentuk tanggung jawab dan kerendahan hati.
Ketiga, terima kasih. Ungkapan ini menjadi bentuk penghargaan atas bantuan, perhatian, dan kebaikan yang diterima dari orang lain. Dengan membiasakan mengucapkan terima kasih, siswa belajar untuk bersyukur dan menghargai sesama.
Keempat, permisi. Kata ini mengajarkan sikap sopan ketika melewati orang lain, memasuki ruangan, atau hendak melakukan sesuatu yang berkaitan dengan orang lain. Kebiasaan mengucapkan permisi menunjukkan sikap menghormati dan menjaga tata krama.
Membiasakan Kesantunan di Lingkungan Madrasah
Melalui amanat tersebut, para siswa MI Muhammadiyah Kupang diajak untuk menerapkan empat kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.
Pembiasaan bahasa yang santun diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang rendah hati, bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan memiliki akhlak yang baik. Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan pendidikan karakter yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di madrasah.
Upacara bendera setiap hari Senin tidak hanya menjadi kegiatan rutin untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kedisiplinan, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan moral kepada peserta didik.
Melalui kegiatan ini, MI Muhammadiyah Kupang terus berupaya menanamkan nilai-nilai positif agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.
“Minta tolong, mohon maaf, terima kasih, dan permisi”—empat kata sederhana yang membangun kesantunan, mempererat persaudaraan, dan mencerminkan akhlak mulia.

0 Komentar